(Menemani Suami) Kuliah di University of Birmingham

Di tahun 2019 ini, alhamdulillah suami dapet rejeki buat lanjut kuliah di UK, tepatnya di University of Birmingham. Karena ambil jenjang studi master yang lamanya cuma 1 tahun, awalnya sempet ragu mau ikut boyongan kesana atau LDM-an aja sambil sesekali nengokin kesana. Setelah melewati beberapa pertimbangan, akhirnya diputuskan kalo kita bakal boyongan sekeluarga bareng-bareng dari awal. Beberapa pertimbangan tersebut diantaranya: bakalan jadi pengalaman menarik buat gw anak-anak, belajar banyak soal budaya dan lingkungan yang jauh berbeda, dan ngarepnya semoga bisa main salju (walopun agak pesimis juga karena  di UK dapet saljunya ga tentu tiap tahun).



Wow, openingnya sudah tersimpan berbulan-bulan di draft 😌
Baiklah, kita lanjut dari situ aja ya. 
Now here we are, sejak tanggal 29 Agustus 2019 kita officially jadi warga negara (temporary) di UK, tepatnya di Birmingham. Birmingham sendiri letaknya pas tepat di tengah-tengah negara Inggris, dan sering disebut sebagai "melting pot" karena penduduknya berasal dari latar belakang negara, ras, dan agama yang berbeda-beda. Disini akan mudah kita temui masjid (banyak malah, dan ada satu central mosque yang letaknya tidak jauh dari rumah kami), dan berbagai macam penjual makanan halal. Banyak juga toko makanan asia yang menjual bumbu-bumbu seperti terasi, saus sambal, sirup ABC dll. Indomie juga mudah kita temui di supermarket lokal seperti Sainsbury's. 


Kami tinggal di city centre, tidak jauh dari pusat perbelanjaan Bullring dan stasiun utama New Street. Kami sengaja memilih tinggal disini, dan bukannya mendekat ke kampus suami di UOB (Uni of Birmingham). Alasan utamanya, karena gw ingin dekat dengan pusat keramaian (ha! bilang aja kalo pengen deket sama mol), dan juga karena pengalaman tinggal di Vienna yang daerahnya waktu itu agak sepi bikin perasaan jadi ikut mellow-mellow galau tak menentu. Jadi demi menjaga perasaan agar tetap ceria dan bersahaja kita pilih saja daerah yang sekiranya ga sepi-sepi amat tapi masih layak huni untuk keluarga yang anaknya kecil-kecil, dalam artian deket ke sekolah anak, taman bermain, ruang terbuka, dll. Sebelum pindah, kami cari-cari apartemen via beberapa website, di antaranya rightmove.co.uk dan zoopla.co.uk. Sebenarnya kalau untuk mahasiswa single banyak pilihan asrama yang disediakan oleh kampus, tapi untuk mahasiswa yang berkeluarga boleh cari tempat tinggal sendiri sesuai keinginan istri masing-masing.


Nah ini apartemen kita. Bangunannya memang sudah agak lama, tapi fasilitasnya modern. Di dekat sini ada beberapa minimarket, penjual daging halal, SD dan nursery, juga masjid. Halte bus bisa dicapai 5 menit dengan berjalan kaki.

Nanti kita cerita tentang kota Birmingham nya ya, semoga sih ga makan waktu 1 tahun juga kaya post yang ini 😁

Comments

Popular Posts